TERKINI
Anggaran infrastruktur daerah diduga menguap, warga tuntut transparansi — Aksi damai buruh tuntut revisi kebijakan upah minimum — Laporan warga soal pungli layanan publik terus bertambah —
BERANI
BICARA!
thumbnail

Mas Botok Tembus Paripurna DPR, Datang Bareng Istri: Panglima dan Pasukan AMPB?


Wah, yang ini agak beda. Mas Botok bareng istri masuk ke kompleks DPR, sementara di belakangnya massa AMPB tetap mengawal. Vibes-nya bukan lagi sekadar datang ke gedung parlemen, tapi kayak panglima perang masuk membawa pasukannya.

Kamis (27/8/2026), aktivis sekaligus Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias Mas Botok, akhirnya masuk ke Gedung Nusantara II setelah diundang oleh pimpinan DPR RI.

Sekitar pukul 10.00 WIB, Mas Botok bersama rombongan perwakilan warga Pati masuk dengan pengawalan petugas keamanan parlemen. Mengenakan topi hitam dan kaus bertuliskan “Aku Terno Suntik Awakku Loro Kabeh”, penampilannya tetap sederhana.

Rombongan kemudian diarahkan ke balkon ruang sidang utama untuk menyaksikan jalannya Rapat Paripurna Ke-3 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026–2027.

Tujuannya jelas: mengawal aspirasi yang dibawa dari aksi, terutama soal RUU Perampasan Aset.

“Semoga aspirasi rakyat Indonesia ini benar-benar direalisasikan,” ujar Mas Botok.

Setelah mengikuti sidang, Mas Botok kembali ke mobil komando untuk menyampaikan hasil audiensi kepada massa aksi. Dari pertemuan dengan pimpinan DPR, muncul komitmen bahwa RUU Perampasan Aset akan diselesaikan dan disahkan paling lambat 15 Desember 2026.

Bukan cuma itu. Pimpinan DPR juga menyatakan siap mengundurkan diri jika RUU tersebut gagal disahkan sampai batas waktu tersebut.

Tapi jangan kira semua langsung tepuk tangan. Sebagian massa masih merasa tenggat empat bulan itu terlalu lama.

Nah, BaRaNers, kalau dilihat dari jauh memang lucu juga: Mas Botok dan istri di depan, ribuan massa AMPB di belakang. Panglima dan pasukan?

Tapi terlepas dari analogi perang-perangan itu, yang jelas kali ini rombongan AMPB berhasil masuk sampai ke ruang parlemen dan menyampaikan tuntutannya langsung.

Sekarang tinggal tunggu satu hal: 15 Desember 2026.

Karena kalau sudah ada komitmen dan bahkan jabatan ikut dipertaruhkan, jangan sampai nanti rakyat cuma dapat kalimat klasik: “masih dalam pembahasan.”



Sumber : TikTok@officialokezone

Menurut BaRaNers, apakah informasi dalam berita ini Hoax atau Fakta?

Total suara: 0

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SUARAKAN LAPORAN

Langkah 1 dari 5

Bagaimana Anda ingin menyampaikan informasi?

!
Sedang mengirim laporan...

BERI DUKUNGAN

Bagaimana Anda ingin memberi dukungan?

Rp1.000
Rp5.000
Rp10.000
Rp20.000
Rp50.000
Rp100.000
Bebas Nominal
↑
♪♫♪