Ibu Ojol Kecewa AMPB Pulang Usai dari DPR: Provokasi atau Memang Kecewa?

Nah, ini yang mulai bikin MinRa garuk-garuk kepala.
Beredar video seorang perempuan yang mengenakan jaket ojol mengaku kecewa dengan rombongan Mas Botok dan AMPB setelah mereka melakukan perundingan di dalam Gedung DPR/MPR RI, Kamis (27/8/2026).
Ia mempertanyakan keputusan rombongan dari Pati yang memilih meninggalkan lokasi setelah perundingan.
“Diajak berunding di dalam, bukan di luar. Harusnya tak ada kompromi. Tim ojol kecewa dengan kalian, Botok cs,” ujarnya dalam wawancara bersama tim liputan iNews.
Pertanyaannya sekarang: ibu itu benar-benar kecewa atau pernyataannya justru sedang dipakai untuk memprovokasi?
MinRa nggak mau asal menuduh. Kalau memang beliau benar-benar kecewa, ya itu haknya untuk menyampaikan pendapat.
Tapi untuk teman-teman Pati, perlu diluruskan juga. Sejak awal datang ke Jakarta, AMPB membawa aspirasi, bukan niat mencari kerusuhan. Bukan datang untuk membakar gedung DPR, bukan pula untuk bikin aksi anarkis.
Mereka datang membawa tuntutan. Setelah melakukan perundingan dan mendapatkan hasil yang ada, rombongan memilih pulang untuk kemudian menagih kembali komitmen tersebut pada 15 Desember 2026.
Kecewa? Jelas bisa saja.
Tapi apakah ketika hasil perundingan belum sepenuhnya sesuai harapan, satu-satunya jalan harus bikin kerusuhan?
Yang lebih bahaya justru ketika perbedaan sikap mulai dipelintir jadi tuduhan macam-macam. Jangan sampai masyarakat Pati yang memilih pulang setelah perundingan kemudian langsung dicap sudah “deal-dealan” atau bahkan dituduh menerima bayaran.
Coba BaRaNers pikir. Kritik boleh, kecewa boleh. Tapi kalau belum ada bukti, jangan asal lempar tuduhan.
Karena kalau setiap orang yang memilih jalan damai setelah berunding langsung dicurigai “sudah dibayar”, lalu kapan kita bisa membedakan antara kecewa, berbeda sikap, dan provokasi?
Sumber : TikTok@trensterind
Menurut BaRaNers, apakah informasi dalam berita ini Hoax atau Fakta?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar